Inilah shalat yang disaksikan para malaikat.

Mereka menyaksikan sebagai bentuk pemuliaan dan sanjungan kepada orang-orang yang melakukannya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِۖ إِنَّ قُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِ كَانَ مَشۡهُودٗا

dan (laksanakan pula shalat) Shubuh. Sungguh, shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat). (Q.S. Al Isra’, Ayat 78)

Rasulullah ﷺ menjelaskan sendiri ayat tersebut:

تَشْهَدُهُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَالنَّهَار

Shalat tersebut disaksikan malaikat malam dan siang. (H.R. Ibnu Majah No. 670, shahih)

Inilah shalat yang tidak disukai orang-orang munafiq di masa Rasulullah ﷺ.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ صَلَاةٌ أَثْقَلَ عَلَى الْمُنَافِقِينَ مِنْ الْفَجْرِ وَالْعِشَاءِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafik kecuali shalat Shubuh dan ‘Isya. Seandainya mereka mengetahui (kebaikan) yang ada pada keduanya tentulah mereka akan mendatanginya walau harus dengan merangkak.” (H.R. Bukhari No. 657)

 

Shalat Shubuh berjamaah, dinilai sama seperti shalat sepanjang malam.

Rasulullah ﷺ bersabda: َ

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

“Barang siapa shalat ‘Isya berjamaah, seolah-olah ia shalat malam selama separuh malam, dan barang siapa shalat Shubuh berjamaah, seolah-olah ia telah shalat seluruh malamnya.” (H.R. Muslim No. 656)

 

Dua rakaat sebelum Shubuh dinilai lebih baik daripada dunia dan isinya (H.R. Muslim No. 725), lalu bagaimana dengan shalat Shubuh-nya?

Wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala Alihi wa Shahbihi wa Sallam.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.